Sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjangnya di PSG. Keputusan Mbappe ini memunculkan ketegangan, terutama bagi Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi, yang sangat kecewa dengan langkah yang diambil sang bintang.

Konflik semakin memanas setelah diketahui bahwa Mbappe belum menerima gaji sebesar €55 juta yang seharusnya ia terima sebagai bagian dari kontraknya dengan PSG. Situasi ini menambah kerumitan hubungan antara Mbappe dan klub, dan kini keduanya terlibat dalam sengketa hukum terkait pembayaran tersebut.

Masalah Gaji Kylian Mbappe

Keputusan Kylian Mbappe untuk meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer memicu ketegangan antara sang pemain dan presiden klub, Nasser Al-Khelaïfi. Keputusan tersebut membuat marah pihak PSG.

Terutama karena perselisihan ini semakin rumit dengan masalah gaji yang belum dibayarkan. Kabarnya, Mbappe masih belum menerima pembayaran sebesar €55 juta dari klub, yang menjadi sumber utama permasalahan ini.

Konflik PSG Mbappe untuk masalah gaji yang belum dibayarkan ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP), yang terpaksa ikut campur untuk mencoba menyelesaikan masalah ini. Namun, meskipun ada upaya dari LFP untuk mencari jalan tengah, kedua belah pihak belum bisa menemukan titik temu.

Mbappe sendiri dilaporkan tidak ingin menyelesaikan masalah ini melalui jalur mediasi, yang semakin memperburuk suasana. PSG, yang merasa dirugikan atas situasi ini, menyatakan kesiapannya untuk membawa masalah ini ke ranah hukum jika diperlukan.

Ketegangan antara kedua belah pihak menunjukkan bahwa meskipun Mbappe telah meninggalkan klub, sengketa yang terjadi masih jauh dari selesai, dan bisa berlanjut dengan proses hukum yang lebih formal untuk konflik PSG Mbappe.